Ciri Merpati Tinggi atau Burung Dara Tinggian, Merpati Kolongan, Burung Dara Kolongan

Ciri Merpati Tinggi atau Burung Dara Tinggian, Merpati Kolongan, Burung Dara Kolongan - Memelihara merpati atau burung dara bisa dibilang bukan hobby yang gampang dan murah, karena hobby ini benar-benar memerlukan waktu yang banyak untuk merawat atau melatih burung tersebut hingga menjadi yang kita harapkan. Bagi penggemar burung dara, memilih burung dara yang berkualitas merupakan suatu keharusan yang dilakukan, karena sangat menentukan untuk mendapatkan burung yang kita inginkan. Selain melihat fisik burung tersebut, biasanya penggemar burung dara akan melakukan meraba atau memegang burung tersebut, nah dengan meraba ini kita bisa mengetahui bagus tidaknya burung tersebut, meskipun terkadang rabaan kita bisa saja meleset dari perkiraan yang kita inginkan. Bagaimana ciri burung dara tinggian dengan rabaan dan fisik yang bagus? Saya akan coba memberitahu cara memilih burung dara tinggian yang berkualitas, yaitu antara lain :

Ciri Merpati Tinggi atau Burung Dara Tinggian, Merpati Kolongan, Burung Dara Kolongan

Ciri Merpati Tinggi atau Burung Dara Tinggian, Merpati Kolongan, Burung Dara Kolongan

Mata

Menurut saya mata merupakan point yang terpenting dalam hal memilih burung dara, karena walaupun ciri dari fisik lainnya sangat bagus, kalau mata kurang awas untuk melihat dari kejauhan, itu menjadi sia-sia. Pilihlah mata yang berpupil atau biji matanya hitam pekat, serta responsive terhadap cahaya atau pupil akan mengecil dengan cepat apabila terkena cahaya [dalam hal ini pilih yang mengecilnya benar-benar mengecil jangan hanya cuma sedikit] dan akan kembali normal dengan cepat juga apabila tidak terkena cahaya.

Kepala

Burung dara tinggian harus mempunyai kepala besar dan dengan batok kepala depan lebih tinggi dari batok kepala belakangnya, atau dapat memilih burung yang mempunyai derajat kemiringan antara pangkal hidung dengan atas batok kepala sebesaar 45- 60 derajat, jangan memilih yang derajat kemiringannya 90 derajat. Karena pada umumnya bentuk kepala seperti tersebut dimiliki oleh burung yang hanya bagus turun atas kepala tengah seperti arah jam 12:00. Hal tersebut berbeda dengan bentuk kepala yang mempunyai kemiringan sebesar 45-60 derajat yang mana hal tersebut sangat OK turun dari arah manapun. Burung dara dengan kepala seperti itu biasanya lebih cerdas khususnya dalam hal mengingat dibandingkan dengan yang lainnya.

Paruh

Bentuk paruh burung dara yang baik yaitu tidak terlalu panjang dan besar, pilih paruh yang berbentuk runcing pada ujungnya dan yang mempunyai panjang dari ujung hidung sampai ujung paruh berjarak sedikit lebih pendek dari jarak pangkal hidung sampai batok kepala depan teratas.

Leher

Cari leher burung dara yang terlihat kuat dan jangan terlalu panjang, pilih burung yang tulang lehernya kuat, tegak, kencang dan mendongak keatas [khususnya pada saat burung tersebut memperhatikan ke atas], akan tetapi akan kembali mengendur atau menekuk seperti semula. Karena leher yang selalu tegak akan terkesan kaku, dan kualitas mental kalah fleksibel dibandingkan dengan tipe tulang leher. Selain itu, bisa juga memillih burung dara panjang lehernya yang sedikit lebih pendek dari tulang dadanya.

Bulu dan Sayap

Burung dara berkualitas sudah pasti memiliki bulu tebal, terlihat menarik atau enak dilihat, bulu-bulu seperti berlilin atau licin bila terkena cahaya matahari. Untuk ujung bulu burung dara tinggian, pilih yang membulat, sama rata dan rapat. Burung dara yang stabil tingginya, biasanya terlihat dari 4 bulu sayap / lar terluar dengan selisih panjang berbeda dari bulu sayap ke 5 atau lainnya. Pilih bahu sayap atau bagian ketiak burung dara yang tebal dan terasa berotot apabila di pegang, lihat tulang bulu sayap burung dara, pilih yang berukuran besar kuat dan sedikit lentur pada ujung bulunya. Pada saat burung dara dipegang, pilih burung dara yang memiliki sayap sedikit terlihat melebar, jangan pilih burung dara yang memiliki sayap merapat ke badan ketika burung dara dipegang.

Body

Dalam hal ini burung dara berkualitas ketika dipegang memiliki body yang enak dipegang, seperti kapas / empuk dan terasa berat didepan. Bentuk dada V jika anda lihat dari depan, jangan pilih yang berbentuk O apalagi yang berbentuk elip mendatar atau gepeng. Karena burung dara dengan bentuk dada berhuruf V umumnya akan turun kencang dari arah manapun. Sedangkan yang berbentuk huruf O, hanya bagus turun atas kepala, karena kalau turun agak condong biasanya kecepatan turunnya. Untuk tulang dada, pilih yang sedikit lebih panjang dari telunjuk orang dewasa atau paling tidak sama panjangnya. Tulang dada berbentuk seperti tanda centang serta didukung dengan ciri fisik lain yang memadai biasanya tidak akan goyang, beda dengan tulang dada berbentuk seperti perahu didukung dengan ciri fisik lain yang memadai dan pegangan burung padat berisi, burung akan turung sambil ngegenjot-genjot.

Tulang Supit

Tulang supit pada burung dara akan mempengaruhi turunnya burung dara pada saat terbang. Contohnya yaitu burung dara dengan sampit udang rapat atau tidak berjarak sama sekali, biasanya burung dara tersebut akan turun dengan pelan- pelan. Kemudian untuk burung dara yang memiliki sampit udang yang berjarak sempit, kira- kira 0,5- 1 cm untuk burung yang berukuran besar, 0.5 cm untuk burung dara yang berukuran sedang maka mereka turunnya akan megal-megol atau goyang-goyang. Kemudian untuk burung dara dengan jarak sapit udangnya kira- kira >1cm, maka kan turun dengan tidak goyang-goyang. Hal tersebut tentunya didukung pula dengan ukuran ekor dan bentuk ekornya tersebut.

Pinggang

Perbedaan ukuran dan jarak dari pinggang / brutu burung dara baik itu ukuran besar, kecil, sedang tentu akan mempengaruhi kinerja organ lain dari burung dara tersebut. Misalnya pinggang burung dara yang berjarak renggang dari badannya akan membuat burung dara tersebut tidak memiliki keseimbangan yang bagus. Burung dara dengan kecepatan turunnya lambat, tentunya tidak akan terlihat dengan jelas ketidakseimbangannya dengan adanya pinggang seperti ini [pinggang renggang]. Hal tersebut berbeda dengan burung yang memiliki kemampuan kecepatan turunnya tinggi atau keras, jika memiliki jenis pinggang renggang seperti ini akan terlihat jelas saat turun arah jam 12 atau atas kepala. 

Adapun kemungkinan yang akan terjadi pada burung tersebut yaitu burung akan patah atau separuh jalan ia akan berbelok. Kemudian kemungkinan kedua yaitu burung turun dengan kecepatan tinggi tanpa memiliki keseimbangan pengereman, akibatnya burung dara tersebuut akan turun dengan keras, hingga berakibat pada burung tersebut jatuh atau menyakiti diri sendiri. Keadaan tersebut akan berbeda jika burung yang memiliki pinggang yang berjarak rapat, baik yang kecil maupun yang besar telah memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Misalnya dengan peralatan lain yang mendukung, burung dengan pinggang kecil rapat cenderung akan memiliki tipe turun tidak goyang- goyang. Kemudian untuk burung yang memiliki pinggang besar rapat akan memiliki tipe turun tampak bergoyang- goyang. Jika semua peralatan mendukung, sebenarnya goyang–goyang tersebut merupakan seni lemparan tubuh burung saat turun.

Ekor

Pilih burung dara yang memiliki bulu ekor yang rapat, tebal [tebal disini haruslah disesuaikan dengan pegangan burung] dan panjang. Pada saat memegang bulu ekor burung dara maka akan merasakan bahwasaanya bulu ekor burung tersebut tampak menyatu. Itulah ciri dari burung dara dengan “ pinggang/ brutu “ kecil. Pada umumnya bentuk ekor seperti ini telah dimiliki oleh burung dara dengan gaya turun tidak goyang-goyang. Pada saat anda memegang bulu ekor burung dara tersebut, maka anda akan merasakan bulu ekor burung tersebut tampak melebar pada ujungnya atau tidak mengumpul menjadi satu. Itulah salah satu ciri burung dengan “pinggang atau brutu” besar. Pada umumnya bentuk ekor seperti ini dimiliki oleh burung dara yang memiliki gaya turun goyang- goyang. Pada saat Anda memegang ekor burung dara, Anda akan merasakan adanya daya tekan kebawah yang berbeda–beda dari burung dara tersebut. Misalya ada yang “ ndlosor”, “ngawet “ 45 derajat, dan ada pula yang “ ngawet “ 90 derajat. Fenomena tersebut disebut dengan nama “bengkuk”

Kemudian gaya terbang yang dimiliki burung dara yaitu sebagai berikut:
1. Jika burung dara anda mempunyai pegangan ekor “ ngawet” 45 derajat, maka burung dara dengan pegangan ekor seperti hal tersebut jika dilepas dengan partner yang memiliki tipe pegangan ekor yang sama akan memiliki gaya lepas atau memulai memutar agak melebar dan tidak beraturan [kadang start belum tinggi, burung dara tersebut sudah menuju ke arah tujuan].
2. Jika burung dara anda memiliki pegangan ekor “ngawet “ 90 derajat atau bengkuk, maka burung dengan pegangan ekor seperti ini jika dilepas dengan partnernya yang mempunyai tipe pegangan ekor yang sama, maka akan mempunyai gaya lepas atau start memutar “cekak” seperti layaknya obat nyamuk. Pada umumnya burung dengan jenis ini burung akan mencapai ketinggian tertentu, baru ia menuju kearah tujuan.
3. Jika burung dara anda memiliki pegangan “ndlosor”, maka burung jenis burung dengan tipe ini biasanya mempunyai dua kemungkinan gaya terbang yaitu terbang langsung menuju arah tujuan dan terbang dengan mengikuti partnernya.

Kaki

Idealnya burung dara yang berkualitas yaitu memiliki kaki yang merit, terlihat “mbesisik” dan panjang [baik kaki maupun jarinya]. Misalnya pada saat dipegang posisi kaki burung dara menjorok ke belakang sejajar dengan arah ekornya.

Katuranggan

Katuranggan adalah penampakan kesesuaian postur burung dara dari kepala [ujung paruh] sampai ujung kaki. Dalam hal ini kita dalam posisi hanya melihat tanpa menyentuh burung dara tersebut. Yang bermain disini adalah naluri atau insting dalam melihat postur, warna, gerak-gerik burung dara, dst. Dengan semakin banyak melihat postur-postur burung baik, otomatis naluri kitapun akan terasah untuk menilai baik tidaknya katuranggan seekor burung. 


Demikian penjelasan tentang Ciri Merpati Tinggi atau Burung Dara Tinggian, Merpati Kolongan, Burung Dara Kolongan, Semoga bermanfaat, Terima Kasih

Ciri Merpati Tinggi, Ciri Burung Dara Tinggian, Burung Dara Tinggi, Merpati Tinggian, Merpati Kolongan, Burung Dara Kolongan, Memilih Burung Dara Tinggian, Memilih Merpati Tinggian, Burung Dara Bagus, Merpati Bagus, Burung Dara, Merpati, Mata, Kepala, Paruh, Leher, Sayap, Tulang Supit, Japit Udang Burung Dara / Merpati,

Posting Komentar

Dhimas Leo Prastowo

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-J290Zq6ovE4/VlNdjWPM3WI/AAAAAAAAARA/5PI1TDkJMgQ/s288-Ic42/b3da4b_df4b6ceed761468a89a8c018f615d778.png} Thanks you for taking the time to see me {facebook#https://www.facebook.com/deemustusher} {twitter:#https://twitter.com/AlmeeraTitania} {google#https://plus.google.com/112732691799596740474} {pinterest#https://id.pinterest.com} {youtube#https://www.youtube.com/user/deemustusher} {instagram#https://www.instagram.com}

Almeera Titania

{picture#http://4.bp.blogspot.com/-okZt1Cb46M0/VvZsbFyLcWI/AAAAAAAAANY/j8Clb7sUdpIFujXHkFwubTmSYL5re-FiA/s1600-r/12319585_864166607014131_380223887_n.jpg} Thanks you for taking the time to see me {facebook#https://www.facebook.com/Almeera-Titania-760638460707919} {twitter#https://twitter.com/AlmeeraTitania} {google#https://plus.google.com/102289673422471971530} {pinterest#https://id.pinterest.com} {youtube#https://www.youtube.com/user/deemustusher} {instagram#https://www.instagram.com}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.